Tampilkan postingan dengan label still life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label still life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

DANBO!!!



Danbo! Ya, danbo.. Mungkin bagi beberapa di antara kamu nama ini sudah tidak cukup asing, karena boneka yang satu ini merupakan "teman" bagi pecinta fotografi. Mengapa? Apabila kamu memperhatikan dengan seksama, boneka ini terlihat hidup dan memiliki perasaan (terutama terlihat galau). Oleh karena itu banyak fotografer yang memilikinya karena selain desainnya yang lucu, danbo pun dapat membuat kamu kreatif dengan membayangkan visi tentang danbo yang ada dalam pikiranmu.
Sebelum mengupas lebih jauh tentang boneka satu inisial, mari tengok asal usulnya!
DANBO adalah kependekan dari Danboard, Danbo sebenarnya diambil dari bahasa jepang "danboru", yang berarti kardus. Danboard atau sering disebut Danbo adalah sebuah tokoh fiksi dari sebuah manga yang berjudul Yotsuba&!(dibacanya yotsubato!) yang dikarang oleh Azuma Kiyohiko. Yotsuba&! adalah serial manga komedi yang dikarang oleh Kiyohiko Azuma. Komik ini menceritakan bocah kecil yang bernama Yotsuba yang belajar tentang lingkungan di sekelilingnya yang dibimbing oleh ayah, tetangga dan teman-temannya. Yotsuba%! mempunyai arti "Yotsuba dan" yang seperti pada judul tiap chapternya, yang kebanyakan berjudul "Yotsuba dan sesuatu". Di salah satu chapter, diceritakan kalo si Yotsuba ini pergi ke kamar kakaknya yang sedang ngerjain proyek waktu senggangnya. Nah, selanjutnya Yotsuba ini ketemu ama temen kakaknya yang sedang pake baju robot dari kardus.

Nah, bentuk boneka Danbo ini sangat unik, yaitu action figure dengan penampilan seperti manusia dengan ukuran mini 7 cm dan 13 cm. Siapa pun pasti akan merasa gemas ketika melihat si Danbo ini. Bagaimana tidak, Danbo dapat digerakkan secara manual dan dibentuk dengan berbagai macam gaya unik. Perusahaan yang membuatnya menggunakan teknologi tinggi di setiap persendian boneka ini sehingga membuatnya mampu bergerak luwes. Ekspresi dari si kardus imut ini menjadi daya tarik utama. Danbo sendiri di jepang dijual dengan harga mulai dari 5000 yen atau sekitar Rp. 500.000 rupiah per bijinya. Di Indonesia sendiri kurang lebih harganya mencapai bisa mencapai harga di atas apabila barang sedang jarang. Ada beberapa tipe danbo yang saya tahu dan dijual di pasaran:
1. Danbo amazon.co.jp : ini adalah tipe danbo yang paling umum dan banyak ditemui.
2. Danbo polos: tipe ini cukup umum dan harganya lebih mahal dari tipe sebelumnya.
3. Danbo 7-eleven: tipe ini merupakan tipe danbo yang langka diburu oleh para kolektor, harganya bisa selangit!
Beberapa contoh foto di atas adalah foto hasil saya sendiri, mungkin kamu bisa mendapatkan inspirasi darinya dan menciptakan momen danbo sendiri yang ada dalam pikiranmu.. Untuk contoh lain, silahkan cek ke web kami di http://iddsquare.com :D
Untuk membelinya kamu bisa cek FJB di kaskus dan cari menggunakan keyword danbo, karena saya sendiri mendapatkannya disana. Have a great imagination and happy hunting for danbo! :)

Selasa, 14 Februari 2012

Do You Remember Love?


Berhubung post pertama ini dirilis pas hari valentine, jadilah saya mengupload salah satu karya foto yang agak berwangi cinta.. wahahaha.

Jadi foto ini tuh sebenernya ini berasal dari taun 2010.. Kalau ga salah masih bulan pertama belajar foto serius (baca: ikutan les foto).. Foto benda mati ini disebut dengan "Still Life"atau foto produk..
Cincinnya sendiri dikasih sama nenek, yang ga ada angin ga ada badai tiba-tiba ngasih ni cincin.. #rejekigakemana
Berhubung saya pengen nyoba sendiri foto cincin yang berbentuk bayangan love di atas buku yang dibuka, jadilah bereksperimen buat bikin versi sendiri! hahaha.

Ok, here's the setting:
Foto ini diambil menggunakan Olympus E-PL1, kamera pertama saya.. #mendadakkangen
Settingannya sendiri klo ga salah di ISO 200, F 5.6, Shutter Speed 1/100 - 1/200 pake lensa kit pada focal length terjauh, dengan menggunakan trigger dengan satu off shoe flash (strobist) dgn power 1/4 - 1/8 diletakkan di belakang atas cincin dengan sudut kurang lebih 45-60 derajat.. Pokonya shutternya speed nya harus cukup tinggi agar mematikan cahaya di background foto.. Kalau belum berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan, coba diatur kembali settingan kameranya, siapa tahu kamu punya settingan sendiri dan bisa dishare di komen agar membantu yang lain.. Selamat berekperimen! :D

Silahkan mengunjungi http://iddsquare.com untuk melihat contoh foto-foto still life yang lain.. :)
Apabila ada pertanyaan atau komentar silahkan menulis di kotak komen.. Thanks for reading!

-Muhammad Ilham-
IDDsquare Photography
CEO of Digiticon
ilhaman2001@yahoo.com
085220022355